Senin, 09 Maret 2015

SMK NEGERI 3 PATI MENUJU SEKOLAH ADIWIYATA MANDIRI


Setelah pada bulan Desember 2014 meraih penghargaan sebagai sekolah Adiwiyata Nasional, SMK Negeri 3 Pati segera menyebarkan pengaruh kepedulian dan cinta terhadap lingkungan kepada sekolah-sekolah lain di kabupaten Pati. Pada tanggal 2 Februari 2015, SMK Negeri 3 Pati menandatangani kesepakatan kerjasama (Memorandum of Understanding) dengan 14 sekolah di wilayah Kabupaten Pati sebagai calon sekolah adiwiyata Kabupaten. Berdasarkan surat Keputusan dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pati nomor: 421.5/ 0552 tentang Penetapan Sekolah Binaan Adiwiyata SMK Negeri 3 Pati tanggal 27 Januari 2015, SMK Negeri 3 Pati mendapat tugas untuk membina seluruhnya 14 sekolah, dari tingkat SD, SMP dan SMA/SMK menjadi Sekolah Adiwiyata Kabupaten.  

Penandatangana MoU dilakukan oleh kepala SMK Negeri 3 Pati, Drs. Sunoto, M.M. dengan 14 Kepala Sekolah binaan calon sekolah Adiwiyata Kabupaten.  Pembinaan tersebut sebagai upaya SMK Negeri 3 Pati meraih level Sekolah Adiwiyata tertinggi, yaitu Adiwiyata Mandiri. Penandatanganan disaksikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pati. Hadir pula Kepala Bidang Pendidikan Menengah  Drs. H. Sutono, M.Pd., Kepala BLH Pati, Pengawas SMK, dan Ketua Komite Sekolah bertempat di SMKN 3 Pati. Ke 14 sekolah tersebut adalah: SDN Bumimulyo 1 Batangan, SDN Jembangan  1 Batangan, SDN Ngening 1 Batangan, SDN Kalikalong 1 Tayu, SMP Negeri 4 Pati, SMP Negeri 1 Gembong, SMA Negeri 1 Batangan, SMK Farming Pati, SMA PGRI 1 Pati, SMK Bani Muslim Pati, SMK Nasional Pati, SMK Negeri 1 Pati, dan SMK Negeri 2 Pati, dan SMK Negeri 4 Pati (SMK Bahtera Pati).

Sekolah adiwiyata merupakan penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan Nasional,  kepada sekolah yang setelah dilakukan evaluasi dinilai memiliki komitmen peduli dan berwawasan lingkungan.
Sebagai persyaratan untuk menjadi sekolah Adiwiyata Mandiri, SMK Negeri 3 Pati harus mengantarkan minimal 10 sekolah yang ada dibawah binaannya menjadi sekolah Adiwiyata Kabupaten. Namun demikian Kepala SMK Negeri 3 Pati, Drs. Sunoto, M.M. dengan dukungan dari BLH Kabupaten Pati, bertekat untuk menjadikan seluruhnya 14 sekolah yang di amanahkan, mampu diantarkan menjadi sekolah Adiwiyata Kabupaten.

Terkait dengan pembimbingan ke sekolah-sekolah binaan Adiwiyata, Drs. Sunoto, M.M. menganggap bahwa kedua belah pihak berada pada level yang sama sebagai suatu simbiosis mutualisme.
Pada sambutannya di penandatanganan MoU tersebut, beliau mengatakan, “Tidak ada yang berada pada posisi sebagai sekolah pembina maupun sekolah yang dibina. Kedua belah pihak pada tingkat yang sejajar dan saling membutuhkan. Karena itu kami lebih suka menggunakan kata shering atau berbagi pengalaman. Apa yang telah di capai oleh SMK Negeri 3 Pati akan kami bagi dengan sekolah-sekolah lain, sehingga kelak mereka mampu meraih apa yang telah lebih dahulu di capai oleh sekolah kami. Juga tidak menutup kemungkinan sekolah-sekolah tersebut akan mampu melampaui pencapaian sekolah kami.”
Dalam pengarahan dari Dinas Pendidikan juga selalu memotivasi sekolah untuk menjaga, mencintai dan membudayakan hidup bersih dan lingkungan sehat. Demikian juga Kepala BLH Kabupaten Pati Ir. Purwadi, M.M. yang dalam sambutannya menyampaikan, bahwa  dengan menjaga lingkungan yang indah dan bersih merupakan bagian dari nilai ibadah kita dengan sang Khalik. Oleh karena itu kita harus  selalu upayakan Pati sebagai Kota Adipura Kencana.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar